Optimasi konten saja tidak cukup. Anda perlu memastikan bahwa struktur dan performa teknis situs Anda juga siap bersaing. Di sinilah teknikal SEO berperan penting—agar mesin pencari bisa menemukan, memahami, dan menilai halaman Anda dengan lebih baik.
Panduan ini akan membantu Anda memahami langkah-langkah teknikal SEO secara sederhana dan praktis, mulai dari audit situs hingga kecepatan dan keamanan. Yuk mulai!
Langkah Awal: Audit Website Anda
Sebelum melangkah lebih jauh ke tahap optimasi, Anda perlu tahu sejauh mana kondisi teknis website saat ini. Inilah alasan audit menjadi fondasi dari teknikal SEO—karena tanpa diagnosis yang jelas, Anda tidak tahu apa yang harus diperbaiki.
Audit teknikal berfungsi untuk:
- Mengidentifikasi error atau kendala teknis yang menghambat performa SEO
- Menemukan potensi perbaikan pada kecepatan, struktur, keamanan, dan responsivitas
- Memastikan mesin pencari bisa mengakses, memahami, dan menampilkan halaman Anda dengan optimal
Tools Penting untuk Audit Website
Gunakan kombinasi tools berikut untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif:
| Tools | Fungsi Utama |
|---|---|
| Google Search Console | Laporan indexing, error coverage, sitemap, dan performa keyword |
| PageSpeed Insights | Menilai kecepatan dan performa halaman (mobile & desktop) |
| Chrome DevTools | Debug struktur HTML, JavaScript, dan responsivitas |
| Google Mobile Friendly Test | Menilai apakah website ramah pengguna di perangkat seluler |
| Ahrefs / Screaming Frog (opsional) | Audit teknikal mendalam seperti broken links, redirect, struktur H-tag |
Cek Elemen Dasar: Crawl, Index, dan Visual Access
Setelah melakukan audit awal, saatnya mendalami tiga aspek teknikal paling mendasar dalam SEO: Crawlability, Indexability, dan Visual Accessibility. Ketiganya adalah fondasi agar website Anda dapat dipahami dan ditampilkan oleh mesin pencari seperti Google.
a. Crawlability: Pastikan Mesin Pencari Bisa Menemukan Konten Anda
Crawlability adalah kemampuan bot mesin pencari untuk menjelajahi struktur website Anda. Jika halaman Anda tidak bisa diakses oleh crawler, maka kontennya tidak akan muncul di hasil pencarian.
Yang perlu diperiksa:
- File robots.txt
pastikan tidak ada halaman penting yang diblokir. - Meta tag noindex
pastikan tidak digunakan secara tidak sengaja di halaman utama. - Struktur internal link
pastikan tidak ada halaman penting yang terisolasi (orphan page).
Solusi sederhana:
- Gunakan Google Search Console untuk mengecek status crawl.
- Pastikan tidak ada redirection loop atau error 404 pada halaman yang ingin ditampilkan.
b. Indexability: Membantu Mesin Pencari Memahami Halaman Anda
Setelah halaman berhasil di-crawl, langkah berikutnya adalah indexing. Indexing adalah proses Google menyimpan dan memahami konten halaman Anda.
Beberapa hal yang memengaruhi indexing:
- Apakah halaman sudah terdaftar dalam sitemap XML
- Kecepatan halaman saat diakses oleh Googlebot
- Kejelasan struktur HTML (heading, paragraph, list, dsb)
- Penggunaan canonical tag untuk menghindari duplikat konten
Tips praktis:
- Submit sitemap di Google Search Console dan perbarui secara berkala.
- Gunakan struktur heading yang logis (H1 untuk judul utama, H2 untuk subjudul).
- Hindari konten tipis atau halaman yang sangat mirip satu sama lain.
c. Visual Access: Tampilan Website yang Ramah bagi Pengguna dan Bot
Mesin pencari kini semakin cerdas dalam memahami tampilan visual halaman, termasuk layout, navigasi, dan interaksi pengguna. Visual Access mengacu pada seberapa mudah halaman dipahami baik oleh manusia maupun algoritma.
Yang harus diperhatikan:
- Apakah halaman menampilkan konten utama tanpa gangguan (misalnya pop-up besar)
- Apakah navigasi jelas dan mudah diikuti
- Apakah konten dapat diakses tanpa harus menekan tombol atau login
Pastikan tidak ada elemen penting yang tersembunyi karena JavaScript berat atau pengaturan CSS yang menghalangi bot.
Cek halaman Anda menggunakan fitur “Inspect” di Google Search Console untuk melihat bagaimana Google merender halaman Anda. Jika konten penting tidak muncul di tampilan render Google, kemungkinan besar halaman Anda tidak akan diprioritaskan dalam hasil pencarian.
3. Optimasi Internal dan Outbound Link
Link adalah jembatan. Bagi pengunjung, link membantu mereka menavigasi dan menemukan informasi terkait. Bagi mesin pencari, link membantu memahami hubungan antar halaman dan menilai relevansi serta otoritas suatu konten. Karena itu, optimasi internal dan outbound link adalah bagian penting dari teknikal SEO.
A. Internal Link: Bangun Struktur Website yang Terhubung
Internal linking adalah proses menautkan halaman di dalam satu domain ke halaman lain di domain yang sama. Tujuannya adalah:
- Membantu Google memahami arsitektur situs
- Mengalirkan otoritas antarhalaman
- Meningkatkan durasi kunjungan pengguna
- Mendorong konversi melalui jalur navigasi strategis
Praktik terbaik internal linking:
- Gunakan anchor text yang deskriptif dan relevan (hindari “klik di sini”).
- Pastikan setiap halaman penting mendapatkan beberapa link masuk (inbound link).
- Letakkan internal link di dalam konteks paragraf, bukan sekadar di footer atau sidebar.
- Hindari internal link berlebihan dalam satu halaman (idealnya maksimal 100 link total per halaman).
- Periksa dan perbaiki broken internal link secara berkala.
Contoh strategi: Jika Anda memiliki artikel tentang “strategi konten”, pastikan artikel tersebut ditautkan dari artikel lain yang membahas “rencana SEO jangka panjang” atau “riset keyword”.
B. Outbound Link: Tunjukkan Kredibilitas Anda
Outbound linking adalah saat Anda menautkan halaman Anda ke domain eksternal. Ini bukan melemahkan SEO Anda, justru sebaliknya—ketika dilakukan dengan benar, outbound link bisa:
- Meningkatkan kepercayaan Google pada konten Anda
- Memberikan nilai lebih ke pembaca dengan sumber pendukung
- Mengindikasikan bahwa Anda mengacu pada data atau referensi terpercaya
Tips outbound linking yang efektif:
- Link ke situs yang kredibel dan relevan (hindari link ke situs spam, duplikat, atau berisi clickbait).
- Gunakan atribut
rel="noopener noreferrer"untuk link yang membuka tab baru, agar lebih aman. - Tambahkan
rel="nofollow"jika Anda tidak ingin Google mengikuti link tersebut (misalnya untuk link afiliasi atau berbayar). - Pastikan link yang Anda tautkan masih aktif dan tidak mengarah ke error 404.
Outbound link bukan hanya soal SEO—ini juga menunjukkan bahwa Anda ingin memberikan referensi yang bermanfaat, bukan sekadar mempromosikan diri sendiri.
C. Hindari Kesalahan Umum dalam Link Building Internal & Eksternal
- Menggunakan terlalu banyak link dalam satu halaman
- Anchor text generik seperti “klik di sini”, “baca selengkapnya”, dll.
- Link ke halaman yang tidak relevan dengan konteks konten
- Link ke halaman error (404, redirect loop, dll.)
- Tidak melakukan audit rutin untuk mengecek kualitas dan kesehatan semua tautan
5. Tingkatkan Kecepatan Website
Kecepatan loading website bukan hanya faktor teknis—ini adalah faktor bisnis yang sangat krusial. Pengunjung tidak akan menunggu lebih dari 3 detik untuk sebuah halaman terbuka. Semakin lama halaman dimuat, semakin besar kemungkinan mereka menutup dan pergi ke website pesaing.
Tidak hanya itu, Google secara eksplisit menyatakan bahwa kecepatan website adalah sinyal peringkat dalam algoritma pencarian, terutama untuk pencarian mobile. Artinya, website lambat bukan hanya menurunkan pengalaman pengguna, tapi juga peringkat Anda di hasil pencarian.
Cara Mengecek Kecepatan Website
Gunakan tools berikut untuk mendapatkan analisis menyeluruh:
- PageSpeed Insights: Menampilkan skor kecepatan dan saran teknis
- GTmetrix: Memberikan detail dari waktu loading, ukuran halaman, dan rekomendasi
Perhatikan dua hal penting:
- First Contentful Paint (FCP): seberapa cepat elemen pertama muncul
- Time to Interactive (TTI): seberapa cepat halaman siap digunakan
Strategi Praktis Meningkatkan Kecepatan Website
Berikut adalah langkah-langkah teknis yang bisa Anda lakukan:
1. Optimasi Gambar
- Gunakan format modern seperti WebP atau AVIF
- Kompres gambar hingga maksimal 100–150 KB tanpa mengurangi kualitas
- Aktifkan lazy loading agar gambar hanya dimuat saat dibutuhkan
2. Minimalkan HTTP Request
- Gabungkan file CSS dan JavaScript
- Kurangi jumlah plugin atau script eksternal yang tidak penting
- Gunakan CDN (Content Delivery Network) untuk distribusi file statis
3. Gunakan Caching
- Aktifkan browser caching untuk file statis seperti gambar, JS, dan CSS
- Gunakan plugin caching (misalnya WP Rocket, W3 Total Cache) jika menggunakan CMS seperti WordPress
4. Aktifkan Kompresi GZIP/Brotli
- Kompres file HTML, CSS, dan JS sebelum dikirim ke browser pengguna
- Ini bisa mengurangi ukuran transfer data hingga 70%
5. Gunakan Hosting Cepat dan Terpercaya
- Performa server sangat berpengaruh pada waktu respons awal (TTFB)
- Hindari shared hosting jika traffic Anda sudah tinggi
6. Hindari Render-Blocking Resources
- Pindahkan JavaScript non-kritis ke bagian bawah halaman
- Gunakan atribut
asyncataudeferpada pemanggilan script eksternal
6. Pastikan Website Mobile Friendly
Lebih dari 60% trafik pencarian Google saat ini berasal dari perangkat seluler. Google pun telah menerapkan mobile-first indexing, yang artinya versi mobile dari situs Anda dijadikan acuan utama dalam proses pengindeksan dan penilaian ranking.
Artinya, jika tampilan website Anda tidak optimal di perangkat mobile, pengalaman pengguna menurun dan peringkat di hasil pencarian bisa terdampak langsung.
Mengapa Mobile-Friendly itu Penting?
- Pengalaman pengguna yang baik = konversi lebih tinggi.
Desain yang tidak responsif akan membuat pengguna kesulitan membaca konten, menekan tombol, atau melakukan pembelian. - Google memprioritaskan versi mobile.
Jika halaman tidak nyaman dibuka di ponsel, algoritma Google akan menurunkan peringkatnya, bahkan jika versi desktop-nya bagus. - Bounce rate meningkat drastis.
Pengguna mobile tidak akan menunggu atau membesarkan layar secara manual hanya untuk menavigasi website Anda.
Ciri-Ciri Website yang Mobile Friendly
- Desain Responsif
Konten dan elemen halaman otomatis menyesuaikan ukuran layar perangkat tanpa kehilangan fungsi atau tampilan. - Navigasi yang Mudah
Menu mudah ditemukan, tombol tidak terlalu kecil atau terlalu rapat, serta tidak ada elemen yang menutupi konten. - Ukuran Font dan Spasi Ideal
Teks mudah dibaca tanpa perlu di-zoom; ada cukup spasi antar elemen agar nyaman diklik dengan jari. - Kecepatan Tinggi di Mobile
Performa tetap ringan dan cepat meskipun dibuka lewat koneksi seluler. - Tanpa Elemen Mengganggu
Hindari pop-up besar, iklan menutupi layar, atau interstitial yang membuat halaman sulit diakses.
7. Aktifkan HTTPS untuk Keamanan
Menggunakan protokol HTTPS bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure) adalah versi aman dari HTTP yang mengenkripsi pertukaran data antara website dan pengunjung. Google secara eksplisit menyatakan bahwa HTTPS adalah sinyal peringkat—artinya, situs yang aman lebih diprioritaskan di hasil pencarian.
Manfaat Menggunakan HTTPS
- Melindungi Data Pengguna: Semua data yang dikirimkan, seperti form kontak, login, atau transaksi, dienkripsi sehingga tidak mudah disadap.
- Meningkatkan Kepercayaan Pengunjung: Pengguna lebih cenderung berinteraksi dan melakukan transaksi di situs yang mereka anggap aman.
- Menghindari Peringatan “Not Secure” di Browser: Browser modern seperti Chrome atau Firefox secara otomatis memberi label “Tidak Aman” pada situs tanpa HTTPS, bahkan jika tidak ada transaksi yang terjadi.
- Dukungan SEO Lebih Baik: HTTPS membantu memperkuat kredibilitas situs di mata Google dan mendukung performa peringkat.
Langkah Mengaktifkan HTTPS
- Dapatkan Sertifikat SSL
Sebagian besar penyedia hosting saat ini menawarkan sertifikat SSL gratis, biasanya melalui Let’s Encrypt. Anda cukup mengaktifkannya melalui cPanel atau dashboard hosting Anda. - Pasang SSL di Server
Setelah sertifikat diaktifkan, pastikan semua konfigurasi SSL telah diterapkan dengan benar agar situs bisa diakses melaluihttps://. - Redirect HTTP ke HTTPS
Agar semua pengunjung otomatis diarahkan ke versi HTTPS, lakukan redirect 301 dari HTTP ke HTTPS. Ini bisa dilakukan melalui.htaccessjika Anda menggunakan server Apache.
Teknikal SEO adalah langkah penting dalam SEO yang bisa diaplikasikan untuk membuat website bisnis Anda mudah ditemukan oleh mesin pencari. Marketz dapat membantu untuk menggunakan teknik yang aman membantu website berada di halaman pertama mesin pencarian termasuk juga dengan menggunakan teknikal SEO seperti di atas. Gunakan jasa SEO Marketz sekarang juga untuk bisa mendapatkan hasil website bisnis Anda agar lebih mudah ditemukan di mesin pencari. Baca artikel lainnya tentang cara mengoptimalkan SEO On-Page untuk hasil yang lebih maksimal.



