7. KPI Google Ads Wajib Dipantau Pebisnis

5 KPI Google Ads Wajib Dipantau Pebisnis

Cara setting konversi Google Ads memang penting, tetapi setelah sistem pelacakan berjalan, muncul pertanyaan baru yang sering membingungkan pemilik bisnis, dari sekian banyak angka di dashboard, mana yang benar-benar penting? 

Realitanya, Google Ads menampilkan puluhan metrik. Semuanya terlihat teknis dan rumit. Padahal sebagai pemilik bisnis, Anda tidak perlu memantau semuanya. Fokuslah pada angka yang benar-benar berdampak pada pemasukan.

Banyak laporan iklan terlihat mengesankan di permukaan. Klik naik. Tayangan tinggi. Rasio klik bagus. Namun ketika ditanya berapa keuntungan yang dihasilkan dari iklan tersebut, jawabannya sering tidak jelas. 

Di sinilah pentingnya memahami KPI atau indikator kinerja utama yang benar-benar berhubungan dengan uang yang masuk ke bisnis. 

Metrik Penting, tapi Bukan Tujuan Akhir

Beberapa metrik dasar memang perlu dilihat untuk memastikan iklan berjalan dengan normal. Namun metrik ini lebih cocok disebut sebagai “tanda vital”, bukan ukuran keberhasilan akhir.

1. Impressions (Tayangan)

Impressions menunjukkan berapa kali iklan Anda muncul di hasil pencarian atau jaringan Google. Angka ini memberi gambaran apakah iklan aktif dan memiliki jangkauan.

Namun tayangan tinggi tidak menjamin hasil bisnis. Iklan bisa sering muncul, tetapi jika muncul di hadapan orang yang tidak tertarik, dampaknya tetap kecil.

2. Click-Through Rate (CTR)

CTR adalah persentase orang yang mengklik iklan setelah melihatnya. CTR yang baik menandakan bahwa pesan iklan cukup menarik dan relevan dengan pencarian pengguna.

Meski begitu, CTR tinggi bukan jaminan penjualan. Iklan bisa sangat menarik perhatian, tetapi jika yang datang hanya ingin melihat-lihat, bisnis tetap tidak bertambah. Oleh karena itu, CTR sebaiknya dipandang sebagai indikator kualitas pesan, bukan indikator keuntungan.

The Big Three, 3 Indikator yang Wajib Dituntut

Dari sekian banyak metrik, ada tiga angka utama yang paling dekat dengan kesehatan finansial kampanye iklan. Inilah indikator yang seharusnya rutin ditanyakan dalam setiap laporan.

1. Conversion Rate (CR)

Conversion Rate adalah persentase pengunjung yang melakukan tindakan yang Anda anggap bernilai, seperti membeli produk atau mengisi formulir.

Sederhananya, ini menjawab pertanyaan, dari 100 orang yang datang, berapa yang benar-benar menjadi prospek atau pembeli?

Jika trafik tinggi tetapi Conversion Rate sangat rendah, misalnya di bawah satu persen, masalahnya sering bukan pada iklan saja. Bisa jadi halaman website kurang meyakinkan, informasi kurang jelas, atau proses pembelian terlalu rumit.

Dengan memantau CR, Anda bisa melihat apakah kualitas pengunjung sudah sesuai dan apakah pengalaman di website sudah mendukung terjadinya transaksi.

2. Cost Per Acquisition (CPA)

CPA atau biaya per akuisisi menunjukkan berapa biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan satu pelanggan atau satu konversi.

Metrik ini sangat penting karena langsung berkaitan dengan margin keuntungan. Logikanya sederhana, biaya mendapatkan pelanggan harus lebih rendah daripada keuntungan yang dihasilkan dari pelanggan tersebut.

Jika biaya per pelanggan Rp50.000, tetapi keuntungan bersih dari satu penjualan hanya Rp30.000, maka setiap penjualan justru menambah kerugian. Dalam situasi seperti ini, kampanye terlihat aktif, tetapi sebenarnya tidak sehat secara bisnis.

Dengan memahami CPA, keputusan iklan menjadi lebih rasional. Anda bisa menentukan batas biaya maksimal yang masih masuk akal untuk bisnis Anda.

3. Return On Ad Spend (ROAS)

ROAS mengukur berapa pendapatan yang dihasilkan dari setiap rupiah yang dibelanjakan untuk iklan. Jika Anda mengeluarkan Rp1 juta dan menghasilkan Rp5 juta penjualan, ROAS Anda adalah 5 kali.

Metrik ini sering menjadi favorit karena langsung menggambarkan efektivitas belanja iklan. Fokusnya bukan lagi pada seberapa besar anggaran dihabiskan, melainkan seberapa besar hasil yang kembali.

Dengan ROAS, Anda bisa melihat kampanye mana yang layak diperbesar dan mana yang perlu diperbaiki atau dihentikan. Pendekatan ini membuat iklan lebih terasa seperti investasi yang terukur, bukan sekadar biaya promosi.

Mengapa Tiga Metrik Ini Lebih Penting dari Klik

Klik hanyalah langkah awal. Tayangan hanya menunjukkan eksposur. Namun Conversion Rate, CPA, dan ROAS berbicara langsung tentang hasil akhir.

Banyak bisnis terjebak pada laporan yang penuh angka besar, tetapi tidak menjawab pertanyaan paling penting, apakah iklan ini menghasilkan keuntungan?

Dengan memusatkan perhatian pada tiga metrik inti ini, Anda memiliki sudut pandang yang lebih tajam. Anda tidak lagi sekadar melihat aktivitas, tetapi melihat dampak nyata pada bisnis.

Cara Membaca Laporan Google Ads dengan Pola Pikir Bisnis

Agar tidak tenggelam dalam detail teknis, gunakan pendekatan sederhana setiap kali menerima laporan iklan. Pertama, tanyakan total hasil yang didapatkan. Berapa pendapatan atau jumlah prospek yang dihasilkan dari iklan bulan ini? 

Angka ini membantu menghubungkan aktivitas iklan dengan hasil bisnis nyata. Kedua, periksa biaya per pelanggan. Apakah CPA bulan ini naik atau turun dibandingkan periode sebelumnya? 

Jika naik, perlu dicari penyebabnya. Jika turun, strategi yang berjalan patut dipertahankan atau ditingkatkan. Ketiga, fokus pada peningkatan rasio konversi. Apa langkah yang direncanakan untuk membuat lebih banyak pengunjung menjadi pembeli bulan depan? 

Dengan tiga pertanyaan ini saja, Anda sudah bisa menyaring laporan iklan yang benar-benar informatif dari laporan yang hanya menampilkan angka permukaan.

Dashboard yang Baik Harus Mudah Dipahami

Laporan yang efektif tidak membuat pemilik bisnis semakin bingung. Data seharusnya disajikan secara ringkas, jelas, dan langsung mengarah pada keputusan.

Tampilan yang baik biasanya menyoroti metrik inti di bagian utama, sementara metrik tambahan tersedia sebagai pendukung. Dengan cara ini, Anda bisa melihat gambaran besar dalam hitungan menit tanpa harus membaca setiap baris angka.

Pendekatan seperti ini juga membantu membangun transparansi. Anda tahu ke mana anggaran pergi dan apa yang kembali ke bisnis.

Metrik adalah Alat Kontrol, Bukan Sekadar Laporan

Memahami metrik bukan hanya soal membaca laporan, tetapi juga tentang mengendalikan arah strategi. Ketika angka menunjukkan bahwa biaya per pelanggan terlalu tinggi, itu menjadi sinyal untuk melakukan perbaikan. 

Ketika ROAS meningkat, itu menjadi tanda bahwa pendekatan yang digunakan sudah berada di jalur yang benar. Tanpa pemahaman metrik, pemilik bisnis mudah terjebak pada janji performa tanpa dasar yang jelas. 

Penutup

Sekarang Anda sudah memegang ‘kunci jawaban’ untuk mengaudit performa iklan Anda (Validasi). Namun, mengetahui angka yang buruk saja tidak akan mengubahnya menjadi profit jika tidak ada tindakan perbaikan teknis. 

Biarkan tim ahli kami yang mengutak-atik mesin rumit di belakang layar, sementara Anda menikmati laporan yang hijau (Profit). Cek bagaimana tim Digital Advertising Marketz dapat membantu bisnis Anda. 

Dashboard Google Ads memang penuh angka, tetapi tidak semuanya perlu menjadi fokus utama. Tayangan dan klik penting sebagai tanda bahwa iklan berjalan. Namun keberhasilan sesungguhnya diukur dari seberapa efektif iklan menghasilkan pelanggan dan pendapatan.

Conversion Rate menunjukkan kualitas pengalaman setelah orang datang. CPA memastikan biaya akuisisi masih masuk akal. ROAS menggambarkan seberapa besar hasil yang kembali dari setiap rupiah yang dibelanjakan.

Memahami metrik-metrik ini adalah pertahanan terbaik dari kerugian. Jangan lagi puas dengan laporan yang hanya menampilkan jumlah klik dan tayangan tanpa mengaitkannya dengan hasil bisnis nyata.

Dian Nugroho
Dian Nugroho

SEO Lead di Marketz 10X Digital Agency. Dian Nugroho telah mempelajari SEO dari tahun 2016 dan terus belajar dari berbagai sumber. Berpengalaman dalam membantu banyak klien dari berbagai industri. Selain SEO, juga cukup berpengalaman dalam mengelola website, mulai dari pembuatan website hingga optimasi teknikal.

Articles: 10